Selasa, 09 Mei 2017

MANUSIA

Kepunyaan manusia adalah manusia itu sendiri
Tak ada satupun dari manusia yg bisa dipahami
Kecuali hati manusia itu suci
Manusia hanyalah daging, yang sebenarnya mati
Akan tetapi, manusia hidup dari keridloan ilahi
Kadang dipertanyakan oleh pikiran manusia itu sendiri

"Untuk apa hidup didunia ini?"

Padahal jika ditelusuri
Manusia adalah jalan kehidupan yg harus dititi
Untuk sebuah tujuan pasti
Entah apakah itu bisa jadi sesuatu yang baik, atau sekedar mimpi

"Manusia haruslah hidup untuk memanusiakan manusia yang lainnya, atau hanya sekedar memanusiakan dirinya menjadi kebanggaan hakiki."

Arahnya, manusia berproses menjadi manusia sejati
Yang nantinya akan menjadi cermin bagi manusia yang lainnya, manusia yang keberkahannya menjunjung tinggi

Manusia ini bukanlah sekedar kata-kata
Ia hidup dalam jemari makna
Ungkapan rasa selalu terucap dalam nada
Manusia ini hidup meski jasadnya fana
Ia adalah surga dunia bagi cahaya akal manusia
Meskipun ada yang dusta, nyatanya ia ada
Hidup dengan kata-kata para manusia yg selalu rela menghabiskan waktunya
Untuk bercengkrama dengannya
Alam seakan berkata

"Ia adalah wakil kehidupan yang tentram."
Tanpanya akan ada murka

Manusia akan tenggelam tanpa tentram
Akan mencari ketenangan,
nisan-nisan menjadi pegangan
Kebatinan yg hanya sebatas keangkuhan
Bukankah itu tipu daya yg telah diberikan
Kebaikan dan keburukan adalah pilihan
Pilihan untuk hidup di masa depan
Di masa dimana manusia sudah terlupakan
Hingga dzikir menjadi hadiah kiriman
Untuk seorang manusia yg menjadi teman

Ada yang akan bercerita
Manusia ini dulunya penguasa, petenteng kesana kemari dikawal tentara
Hidupnya di istana
Manusia yang tak sederajat, menyebutnya dewa
Tapi sudah lupa
Ada pula yg bercerita
Manusia ini bukan siapa-siapa
Tapi punya makna

0 komentar:

Posting Komentar