“Kau itu lucu, bisa-bisanya kau
buat banyak orang begini. Semua orang pada tertawa dengan apa yang kamu
lakukan. Kamu benar-benar lucu, hahahaha……,”
“bilang aja, aku itu aneh, bikin
banyak masalah, bikin orang banyak emosi. Aku kok bisa begitunya, aku malu,”
“Lah, kamu itu hebat jangan pesimis
begitu, apa yang kamu perbuat itu luar biasa. Banyak orang yang suka,”
“jangan menghina gitu dong..suka
dari mana, mereka marah-marah padaku”
“tapi, pada akhirnya, semuanya pada
tertawa toh…pada seneng”
“haha..kamu itu ngawur, ia bener
mereka tertawa padaku, tertawa sinis,”
“eit, jangan bilang begitu, kamu
aja yang tak sadar bahwa apa yang kamu lakukan itu hebat”
“gak ada bukti kalau aku itu
hebat…banyak yang marah-marah waktu itu padaku”
“kamu yang dilihat hanya yang
marah-marah saja, coba kamu ingat kembali berapa orang yang marah dan berapa
orang yang tertawa,”
“entahlah…..aku tak memperhatikan
itu,”
“coba, kamu ingat-ingat kembali,
biar kamu sadar kamu itu hebat,”
“emmmm…yang marah padaku itu….ada
pak Joko, pak nasir, pak wito, bu Retno, pak Kasir, pak Sukron, pak Tanto dia
diam tapi anehnya kulihat dia melotot padaku,”
“menurutmu mereka itu siapa?”
“ah…kamu ini, seperti tidak
mengenal siapa mereka,”
“ia…..,siapa?”
“Mereka semua itu pejabat, pak Joko
itu lurah, pak Wito itu ia jadi camat di desa kita dan bu Retno ia istrinya,
pak kasir dan pak sukron ia kepala dinas dikabupaten, kalau pak Tanto ia-kan
Bupati. Pak tanto tahun ini juga mencalonkan lagi jadi Bupati di kabupaten
ini.”
“trus, mereka itu siapa?”
“lah..tanya lagi, kan sudah ku
jelaskan mereka itu siapa, mereka itu semua itu para pejabat, tokoh yang
dikenal dengan jabatan mereka,”
“hehe, bener kamu..mereka itu semua
pejabat, dan kamu hebat bisa membuat mereka marah luar biasa,”
“hebat apanya, aku yang malah akan
susah berurusan dengan para pejabat,”
“itulah hebatnya kamu, mau
berurusan dengan para pejabat dan membuat marah mereka, hahaha, tapi itu lucu
bagi kami rakyat biasa, hahaha,”
“aaaaaaaaaaaaaaaah…kampret kamu…,
teman susah lo malah ketawain,”
“Tenang sobat…aku akan ada selalu
bersamamu, suka maupun bahagia, kekekeke,”
“duka? Kamu kabur…..”
“hahahhaaha
“jangan gitu kalau jadi teman,
carikan solusi gitu kek,”
“solusi apa?, masalah apa?, kan
udah selesai acaranya dan kamu tidak punya masalah toh dengan mereka-mereka
itu,”
“ia sih,”
“Trus, apa yang kamu kwatirkan?”
“aku bingung….”
“bingung apa?”
“aku gak ada uang,”
“lah…hubungan dengan mereka apa,”
“emang gak ada, aku mau pinjam ama
kamu, itu yang kubingungin, hehe,”
“aaah, kampret kamu!, saya kira ada
hubungannya, gak ada!”
“itu yang kemaren, kamu dapat hasil
dari jualan onderdil sepeda motor, itu kan banyak untungya,”
“berapa?”
“Alhamdulillah, kamu memang temanku
yang terbaik,”
“tapi aku juga kawatir, aku
teringat pesan dari pa ubed,”
“pak Ubed?, pak ubed yang sudah
meninggal itu?,”
“ia, dia kan mantan pejabat di desa
kita,”
“emang apa kata dia?”
“katanya, ada tiga yang tidak bisa
dilawan didunia?”
“waduh, apa itu?”
“PEJABAT, ORANG KAYA dan ORANG
GILA!”
“mati….aku….”
0 komentar:
Posting Komentar