Selasa, 06 Maret 2018

DIALOG TANPA AKHIR

“Kau itu lucu, bisa-bisanya kau buat banyak orang begini. Semua orang pada tertawa dengan apa yang kamu lakukan. Kamu benar-benar lucu, hahahaha……,”
“bilang aja, aku itu aneh, bikin banyak masalah, bikin orang banyak emosi. Aku kok bisa begitunya, aku malu,”
“Lah, kamu itu hebat jangan pesimis begitu, apa yang kamu perbuat itu luar biasa. Banyak orang yang suka,”
“jangan menghina gitu dong..suka dari mana, mereka marah-marah padaku”
“tapi, pada akhirnya, semuanya pada tertawa toh…pada seneng”
“haha..kamu itu ngawur, ia bener mereka tertawa padaku, tertawa sinis,”
“eit, jangan bilang begitu, kamu aja yang tak sadar bahwa apa yang kamu lakukan itu hebat”
“gak ada bukti kalau aku itu hebat…banyak yang marah-marah waktu itu padaku”
“kamu yang dilihat hanya yang marah-marah saja, coba kamu ingat kembali berapa orang yang marah dan berapa orang yang tertawa,”
“entahlah…..aku tak memperhatikan itu,”
“coba, kamu ingat-ingat kembali, biar kamu sadar kamu itu hebat,”
“emmmm…yang marah padaku itu….ada pak Joko, pak nasir, pak wito, bu Retno, pak Kasir, pak Sukron, pak Tanto dia diam tapi anehnya kulihat dia melotot padaku,”
“menurutmu mereka itu siapa?”
“ah…kamu ini, seperti tidak mengenal siapa mereka,”
“ia…..,siapa?”
“Mereka semua itu pejabat, pak Joko itu lurah, pak Wito itu ia jadi camat di desa kita dan bu Retno ia istrinya, pak kasir dan pak sukron ia kepala dinas dikabupaten, kalau pak Tanto ia-kan Bupati. Pak tanto tahun ini juga mencalonkan lagi jadi Bupati di kabupaten ini.”
“trus, mereka itu siapa?”
“lah..tanya lagi, kan sudah ku jelaskan mereka itu siapa, mereka itu semua itu para pejabat, tokoh yang dikenal dengan jabatan mereka,”
“hehe, bener kamu..mereka itu semua pejabat, dan kamu hebat bisa membuat mereka marah luar biasa,”
“hebat apanya, aku yang malah akan susah berurusan dengan para pejabat,”
“itulah hebatnya kamu, mau berurusan dengan para pejabat dan membuat marah mereka, hahaha, tapi itu lucu bagi kami rakyat biasa, hahaha,”
“aaaaaaaaaaaaaaaah…kampret kamu…, teman susah lo malah ketawain,”
“Tenang sobat…aku akan ada selalu bersamamu, suka maupun bahagia, kekekeke,”
“duka? Kamu kabur…..”
“hahahhaaha
“jangan gitu kalau jadi teman, carikan solusi gitu kek,”
“solusi apa?, masalah apa?, kan udah selesai acaranya dan kamu tidak punya masalah toh dengan mereka-mereka itu,”
“ia sih,”
“Trus, apa yang kamu kwatirkan?”
“aku bingung….”
“bingung apa?”
“aku gak ada uang,”
“lah…hubungan dengan mereka apa,”
“emang gak ada, aku mau pinjam ama kamu, itu yang kubingungin, hehe,”
“aaah, kampret kamu!, saya kira ada hubungannya, gak ada!”
“itu yang kemaren, kamu dapat hasil dari jualan onderdil sepeda motor, itu kan banyak untungya,”
“berapa?”
“Alhamdulillah, kamu memang temanku yang terbaik,”
“tapi aku juga kawatir, aku teringat pesan dari pa ubed,”
“pak Ubed?, pak ubed yang sudah meninggal itu?,”
“ia, dia kan mantan pejabat di desa kita,”
“emang apa kata dia?”
“katanya, ada tiga yang tidak bisa dilawan didunia?”
“waduh, apa itu?”
“PEJABAT, ORANG KAYA dan ORANG GILA!”
“mati….aku….”

TAMAT

0 komentar:

Posting Komentar