Semantic
ungkapan tabu pada dekap
Hilang
arah hampir menemui ajal
Jalan-jalan
terjal hidup dalam tawa
bahagia
namun terlunta-lunta
ada
yang hilang…….
tiba-tiba
dalam sejarah ada jawaban
sebuah
dekapan malam
tanpa
bicara mengeluarkan tangisan
ada
yang terseyum sungguh
ada
yang tersenyum sinis
ada
juga yang benci
dan
benar-benar membenci
ketetapan
tetap dalam birahi
semua
terpenuhi dengan hati
dengan
tambahan pasti
kemudian
diam memenuhi hasrat
tangis
dalam kepenatan tobat
yang
berakhir pada tunduk
pada
keindahan sujud
yang
tak pernah bisa terbaca
dalam
ruang-ruang kebisingan dunia
karna
ruang itu berbeda
hanya
bisa disatukan
dalam
penyatuan kemurnian manusia
manusia
yang sesungguhnya
manusia
yang menyadari bahwa dirinyalah adalah
manusia
yang sebenarnya.
0 komentar:
Posting Komentar