Disuatu
desa yang terletak dikawasan kabupaten rangrang, hiduplah seorang wanita namanya
Markiyem, ia adalah dukun terhebat dikawasan itu bahkan kehebatannya terdengar
hingga negeri-negeri tetangga. Keahlianyaa di bidang mistik luar biasa, pernah
suatu hari ada pasien yang datang berobat dikarnakan terkena santet. Pasien
tersebut datang dari kota sebelah, sebelum ia masuk kehalaman rumah Markiyem ia masih kerasukan,
akan tetapi, setelah ia masuk ke halaman rumahnya, pasien tersebut langsung sembuh.
Usut punya usut- ternyata- halaman tersebut sudah dijaga oleh bebarapa jin
tangguh yang telah menjadi pesuruh jin Markiyem. Ada lagi yang tanpa datang
kerumah Markiyem, tinggal kirimkan foto ke alamat yang ada dikoran-koran sama
sejumlah uang yang tertera beserta hajat yang diinginkan. Tinggal tunggu
beberapa hari, biasanya tidak sampai satu minggu setelah pengiriman data
pasien, apa yang jadi keingginan akan segera terkabul. Biasanya kebanyakan
pasien ada yang minta pelarisan dagangan, jodoh, karir, pengobatan: karna
santet atau yang lainnya, ada pula masalah sex: pengen besarin kepunyaan
laki-laki biar gagah perkasa.
Markiyem
juga hebat dalam melihat masa depan, ia membaca garis tangan, keadaan alam,
prediksi-prediksi togel maupun pemilihan kepala desa ataupun kepala negara.
Banyak sekali para penikmat judi berani bayar mahal Markiyem hanya untuk
mengetahui siapa yang akan menang dalam pemilihan, aturan mainnya dibuka satu
minggu sebulum pemilihan di laksanakan, rahasia siapa yang menang akan diberikan
kepada orang yang memberikan uang paling banyak kepada Markiyem. Nyatanya apa
yang diberitahukan selalu benar dan tepat dengan jumlah suara yang disandang
oleh calon ketua daerah. Dari situlah Markiyem selalu kedatangan pasien dari
pagi hingga petang, dari petang hingga pagi lagi. Yang datang mulai dari
kelangan para petani hingga pejabat, mulai dari kalangan maling hingga para
kyai. Anehnya Markiyem bisa tau kalau yang datang itu miskin atau kaya, ia
selalu bilang kepada yang miskin “ndak usar bayar, tapi giatlah bekerja, entar
kalau sudah kaya kamu boleh bayar”. Kepada yang kaya ia selalu ada nilai tawar
menawar biasanya kalau yang kaya agak pelit ia selalu minta bayaran yang paling
mahal, kalau yang dermawan, ia hanya bilang “seikhlasnya saja”.
Tak
disangka-sangka ada pihak dari stasiun TV swasta yang ingin mengontrak Markiyem
untuk dijadikan bintang utama dalam program terbaru yang akan tayang pada bulan
depan. Markiyem menyetujui kontrak tersebut. Jangka waktu yang diberikan selama
dua tahun tanyang di udara. Minggu pertama penanyangan rating dari acara Markiyem
langsung menanjak pesat, dari angka yang diprediksi tidak akan sukses dari
kalangan TV swasta yang lain, faktanya minggu pertama angka Rating acara Markiyem
langsung di peringkat no satu. Hingga pendapatan Markiyem Tidak sampai satu
bulan mengalahkan pendapatan orang terkaya didesanya. Begitu hebatnya Markiyem
hingga ia di juluki “Guru Ratu Paranormal”. Tidak ada paranormal satupun di
negara inklewerdo yang berani dengan Markiyem. Pernah suatu saat ketika acara
berlangsung tiba-tiba seluruh lampu padam dan kru TV banyak yang kerasukan,
selang berapa menit hal tersebut sudah reda. Ternyata Markiyem sudah tau siapa
yang melakukannya. Keesokan harinya terdengar kabar bahwa desa para dukun
Malory terjadi gempa yang sangat hebat, mengakibatkan seluruh bangunan
tenggelam kedasar tanah beserta seluruh masyarakat didesa tersebut. Hanya
kata-kata aneh yang keluar dari Mulut Markiyem tentang kejadian tersebut ketika
ia di wawancara oleh beberapa wartawan dari media elektronik dan media cetak,
“Makanya Jangan Macam-macam”, begitulah katanya, setelah itu ia diam seribu
bahasa.
Tidak
hanya dinegaranya sendiri Markiyem terkenal. Dinegara tetangga ia juga sering
diundang, terkadang untuk penyembuhan kesurupan massal atau hanya menjadi
bintang tamu diacara reality show yang diadakan oleh TV swasta di negara
tetangga. Ketenaran Markiyem mengundang decak kagum dikalangan masyarkat kelas
bawah karna kebijakannya dalam menyikapi masalah, decak kagum pula dikalangan
kelas elit karna ketegasan akan prilakunya. Tak dinyana, tak disangka pada
salah satu acara, seorang host meminta Markiyem untuk menyanyikan sebuah lagu
yang ia senangi. Wawwww, seluruh penonton pada waktu itu berdiri seluruhnya
ketika Markiyem selesai bernyanyi. Ternyata bakatnya dalam menyanyi jauh lebih
hebat dari kepribadian yang ia tampakkan selama ini. Dari seorang dukun ke
penyanyi papan atas. Jalan arah kehidupan Markiyem berubah drastis setelah
acara tersebut.
Undangan
demi undangan datang kepada Markiyem, yang dulunya undangan tersebut dibaca
sendiri sekarang ada manager yang mengatur seluruh kegiatan Markiyem yang
begitu padatnya. Kebanyakan undangan untuk mengisi acara hiburan di TV swasta,
ada pula di daerah-daerah untuk menghibur langsung para rakyat. Markiyem saat
ini hampir sudah tidak dikenal dengan kemampuannya sebagai seorang dukun,
meskipun kemampuan tersebut terkadang dibutuhkan oleh beberapa pasient Markiyem.
Hebatnya ketenaran Markiyem mengalahkan para penyanyi papan atas di negaranya,
suara melengking dan gayanya yang has memiliki karisma memancar sehingga
disukai oleh banyak orang yang melihatnya. Pundi-pundi kekayaan tak
henti-hentinya mengalir deras ke kantong Markiyem. Rumah baru, mobil, ia beli
di komplek elit dikawasan ibu kota, disampingnya tak lupa ia membuat rumah
besar untuk para anak jalanan ibu kota. Jadwal kegiatan rumah tersebut dipikirkan
sangat serius oleh Markiyem. Agar para anak jalanan memiliki masa depan cerah,
bisa bersaing untuk terus maju membangun negara ke arah yang lebih baik. Anak
jalanan ini menurut Markiyem memiliki potensi kreatif begitu besar, apabila
dikembangkan serta di tata dengan baik, potensi ini akan membuat ledakan
positiv luar biasa. Anak jalanan bukanlah perusuh di terminal-terminal,
pemberhentian lampu merah, rel-rel kereta api, mereka sebenarnya adalah pejuang
garis keras di mahdzab masyarakat kelas bawah, alasan mereka yang paling
dominan hanya satu, yaitu masalah ekonomi, masalah makan. Meskipun ada pepatah
bijak “hidup bukan untuk makan, tetapi makan untuk hidup”, pepatah ini bagi
anak jalanan adalah filosofi yang salah, karna menurut mereka, jiwa akan hidup
jika kondisi fisik kuat, dan kekuatan itu dibangun dengan makanan-makanan
jasmani. Makanan tersebut adakalanya dengan cara memaksa, meminta, atau dari
sedekah-sedekah para elit. Tapi tak mengapa, karna anak jalanan adalah
penciptaan perbedaan indah disisi manusia, yang menganggap diri mereka
sempurna. Padahal semua penciptaan sama, yang berbeda hanya pada satu sisi,
cinta.
Itulah
Markiyem, di kala kesuksesan menyelimuti ia tak henti-henti mengucapkan sukur
dengan cara membagi kebahagian dengan senyum orang-orang yang tidak mampu
disekelilingnya.
0 komentar:
Posting Komentar