Minggu, 09 Oktober 2016

DZIKIR KHUSUK

Disuatu pagi yang cerah dihalaman mushollah at-taqwa, Ahmad dan Abdul bebincang tentang masalah dzikir yang diberikakn oleh kyai mereka.


Ahmad: “Dul, kemaren ketemu kyai dikasih dzikiran apa, bagi dong….!!!”

Abdul: “dzikir hati Mad, sama seperti teman-teman yang lain, emang kenapa?”

Ahmad: “itu harus khusuk Dul bacanya, agar mantap dan bisa merasakan kekuatan dzikir itu dul, dibaca setiap hari kan?”

Abdul: “ia, terus kenapa?”

Ahmad: “ada banyak manfaatnya itu Dul, diantaranya: pertama, senantiasa diingat oleh Allah ta’ala, dalam quran kan dah dijelaskan tuh Dul, “Ingatlah kamu kepada-Ku, niscaya Aku ingat (pula) kepadamu (QS. Al-Baqarah [2]: 152),” gman coba, pasti enakkan hidupnya manusia yang selalu diingat oleh sang pencipta?”

Abdul: “trus, manfaat yang lain apa?”

Ahmad: “satu lagi Dul, orang yang selalu berzikir itu, ia akan diliputi kebaikan demi kebaikan dalam hidupnya, ini berdasarkan hadist Nabi yang artinya “Tiada suatu kaum yang berkumpul sambil mengingat Allah dimana dengan perbuatan itu mereka tidak menginginkan apa pun selain diri-Nya, melainkan penghuni langit akan berseru kepada mereka, ‘Bangkitlah, kalian telah diampuni. Keburukan-keburukan kalian telah diganti dengan kebaikan-kebaikan’.” (HR. Ahmad).

Abdul: “gitunya, pantesan hidupnya pak kyai selalu tentram dan damai.”

Ahmad: “pak Kyai itu sudah berproses lama Dul, beliau berdzikir sudah tingkat maqom yang tinggi, kalau kita-kita ini masih jauh dari beliau. Biasanya Dul, jika kita berdzikir khusuk, seakan-akan kita melihat ka’bah tepat didepan kita, tapi saya belum tau masalah itu Dul, sebab dzikir saya masih belum khusuk.”

Abdul: “lah…kalau zikiran sambil lihat ka’bah saya sih sering itu, jelas dan live.”

Ahmad: “ngawur kamu Dul, lah wong kamu itu masih barusan belajar dzikir, kok langsung sakti, ora percoyo aku Dul.”

Abdul: “Sumpah….aku gak bohong Mad, dan bisa aku tunjukkan padamu sekarang.”

Ahmad: “ora percoyo aku, lah orang-orang yang belajar zikir itu mesti berbulan-bulan dan bertahun-tahun untuk bisa seperti itu Dul.”

Abdul: “demi Allah Mad, aku itu setiap dzikir malam selalu lihat ka’bah secara langsung”

Ahmad: “masya Allah hebat kamu Dul, berarti kamu termasuk orang-orang pilihan, bisa kamu ajarkan padaku Dul?”

Abdul: “bisa, sangat bisa, gampang kok, tapi ada syaratnya”

Ahmad: “walah Dul…Dul, teman sendiri kok masih ada syaratnya sih. Yo wis ku gellem, opo?”

Abdul: “mantap,,,, ini syaratnya Mad, habis ku beritahu syaratnya, kamu harus traktir aku minum kopi sama makan nasi pecel, lapar aku ini, lapar,,, hehe”

Ahmad: “tak kiro syarati poso dul, e…malah traktir makan awakmu. Trus caranya gimana?”

Abdul: “ini dia caranya…..jreng, jreng…..!!!,” Abdul menunjukkan sesuatu ke ahmad berupa handpone miliknya.

Ahmad: “jangkrik…..!!!, aku ketipu cuk, dadi selama ini awakmu nonton youtube live in Mekkah……!!!, jangkrik temen awakmu iku….tak kiro awakmu sakti mandraguna, eh malah aku ketipu. Hahahahahaahah.”

Abdul: “hahahahahaha, tapi ingat janji lo mad, traktir kopi and makan peccel.”

Ahmad: “haduh……yo wislah, ayo berangkat toh ku juga laper nie.

Abdul: “heheheheehe….., mantap”




0 komentar:

Posting Komentar