Pptq Ali imron 99
5 Mei 2019
Tepat sekitar jam dua kurang di waktu pagi. Aku terbangun dan tubuhku terasa tidak begitu nyaman, badanku terasa berat berat semua. Aku terbangun dikarnakan mimpi buruk, aku bermimpi kembali, sama dengan mimpi-mimpi sebelum aku ke pondok ini "kesurupan".
Dalam mimpiku aku serasa menolak sendiri pada makhluk yang memasuki tubuhku. Aku tak mengginkan ia menggangguku didunia nyata maupun alam tidurku. Seketika itupun aku terbangun dan mulai berdoa pada Allah mengharapkan ampunannya atas segala dosa yang pernah ku perbuat. Aku juga meminta jika ada makhluk yang ingin menyakiti diriku segerakanlah ia keluar dari tubuhku baik berupa kirim orang atau akibat dari salahku.
Tiba-tiba reaksi tubuhku muncul, serasa ada yang ingin keluar dari mulutku keluar suara keras laksana mengeluarkan angin. Mbah Tarom kaget mendengar itu, beliau menghampiriku, "kenapa le?" Akupun menjawab sekenanya "sepertinya kiriman mbah!" Mbah langsung bergegas ambil wudlu dan menolongku.
Beliau kemudian membaca sesuatu yang tak kuhapal bacaan itu. Akupun meronta dan berteriak dengan keras, indikasinya jika berteriak dengan keras maka mahluk yang ditubuhku sudah keluar. Banyak yang sudah dikeluarkan, tapi tak sebanyak yang disby. Semoga sudah sembuh, amien. Akupun lemes dan lelah setelah itu aku tertidur.
Ketika bangun sudah adzan subuh. Ya...tidak sahur lagi. Ya..gakp2 lah kuat..kuat. alhamdulillah.
Sholat jemaah subuh bareng abah tarom di masjid pondok, sebelum itu kulihat beliau sholat sunnah empat rokat sebelum subuh. Dua rokaat pertama beliau baca quraan panjang sekali dua rokaat berikutnya juga demikian, panjang. "Ayo le...iqomah!," "Allahu...akbar..."
Jam 7 pagi, kubiasakan diriku berolahraga kecil. Senam dan bergerak yang kubisa. Juga latihan nafas agar terjaga stamina. Berjemur jadi rutinitas yang harus dilakukan, salah satu cara membuang penyakit dari dalam tubuh adalah berkeringat.
Ditengah asiknya berolahraga fathan menghampiriku. Ia salah satu seorang santri pptq ali imron 99. Ia juga sekolah mts kelas 3 di daerah dlopo. Ia bercerita bahwa ia fans beratnya madura united. Apalagi dengan mbh husen, salah satu suporter tua yang disegani di Madura. Banyak yang ia tanyakan padaku tentang madura, lebih khususnya madura united.
Kadang pertanyaan fathan aku bisa menjawabnya kadang juga tidak bisa. Sebab, tentang persepakbolaan aku tak begitu paham, jika paham mungkin itu sedar tau saja. Fathan itu logatnya lucu bicaranya unik apa karna beda wilayah sehingga aku berasumsi begitu. Mungkin ada benarnya juga, sebab menurut mereka apa yang ku omongkan juga unik ketika memakai bahasa madura. Hehe, "salam setthong dhere"
Pagi ini, aku juga tak lupa nelpon ummi. Aku cerita bagaimana kondisi hari ini. Alhamdulillah baik saja, masih beraktivitas seperti biasa. Aku bercerita juga tentang kejadian tadi pagi sekitar jam dua pagi. Ummi merespon dengan doa smga cepat diberikan kebaikan, amien. Kutanyakan juga kabar beliau gmn, alhamdulillah baikan juga.
Sedih jika ku ingat beliau. Hingga detik ini masih saja belum mampu untuk membahagiaankannya. Dengan cara apa dengan jadi apa dan dengan memberi apa, masih belum ada. Ya Allah berikanlah kesempatan diriku untuk membahagiakannya di dunia dan akherat, baik berupa materi juga lainnya ya Allah, amien.
Tepat sekitar jam sembilan pagi aku mencuci baju dan mandi. Setelah itu aku sholat duha, ngambil yang enam rokaat aja. Waktu mau mencuci baju ketika mau ngambil bak di dapur, ada yang menyapaku. Namanya maz agus, ia bercerita tentang kakakku mustofa.
Sebelum aku disini, jauh sebelum itu kakakku mustofa pernah mondok disini kurang lebih satu bulan lamanya. Maz agus adalah teman sekamarnya pada waktu itu, meskipun hanya sebentar rupanya bagi maz agus kakakku punya kesan mendalam sehingga selalu dia ingat. Iapun kaget ketika kuceritakan bahwa kakakku sekarang ada dibekasi jadi guru. Apalagi sekarang sudah punya anak satu. "Alhamdulillah smga terus jadi keluarga sakinah mawadah dan warahmah" doanya untuk kakakku. Amien.
Sebenarnya ada dua kakaku yang pernah mondok disini, pertama ali imron dan yang kedua Hadi Mustofa. Ali imron ia sama dengan nama pondok ini, ali imron 99. Katanya nama ali imron itu dirujuk pada nama nenek moyang yang namanya juga sama Ali imron.
Sekitar jam 10 pagi, abah tarom memanggilku. Waktu itu aku sedang ngobrol dengan santri, sedang lihat keindahan burung-burung yang dikurung. Aku menghampirinya, beliau sedang melihat kura-kura didepan rumahnya, sepertinya abah Tarom senang dengan hewan. Dipondok ini ada banyak ikan, ada ayam, ada burung, ada kura-kura dan juga ada monyet. Herannya kucing gak ada dan tidak terlihat sama sekali, apa disini tidak suka kucing ya? Hem.
"Apa emang seperti itu kalau kumat dirimu?"
"Enggeh abah.."
"Seperti macan..., tapi, kamu kuat ya"
"Doanya abah..."
"Emang siapa yang berbuat gitu?"
"Em...."
"Ketika dia abah tanya, dia nyebut nama, apa betul?"
Aku membenarkan semua perkataannya mbah dan kuceritakan semua kisahku ini dari awal hingga kini, hingga di minta pisah sama istri dan tinggal di PPTQ Ali imron ini. Aku tak tau apa masalahku sebenarnya ini, dari yang kujalani selama ini sepertinya aku baik-baik saja tak kurang satu apapun.
Kisahku ini mengandung dunia mistis yang berbeda dengan dunia manusia. Sekitar delapan bulan yang lalu di gresik tepatnya. Aku merasakan sakit, yang kurasakan pada waktu itu seperti ada sesuatu yang masuk dari ke leher. Aku cerita pada istri, ia mendeteksi dengan keyakinan dan juga yang di ajarkan nyai SUIS ternyata aku terkena kiriman dari orang. Tak mampu menangani sendiri, dibawa ke surabaya, mojokerto, tulungagung, arosbaya. Kesemuanya hanya untuk menolongku.
Dari surabaya ada, kiai Suis, Gus Fahmi, Gus Dulla, Mz Farid. Dari Mojokerto: Kiai Husen Ilyas. Dari Tulunggagung: Mbah Makin. Dari Arosbaya ada Ra Fathur. Ada juga yang lain tapi, kulupa namanya. Alfateha semoga mereka semua dalam keadaan sehat dan panjang umur. Amien
Menurut cerita yang diceritaka oleh sendiri oleh makhluk yang pernah ada ditubuhkku. Sebenarnya aku tidak tau apa2. Ini adalah masalah dari mertua laki-laki yang telah almarhum. Ia punya masalah dengan temanya, temannya dendam tapi tak bisa membalas dengan cara fisik maka yang dilakukannya lewat mistis. Hingga mertuaku meninggal, tapi, sepertinya orangnya masih belum puas dan anak turunnya diserang semua termasuk aku yang jadi mantu. Alhamdulillah masih banyak yang menolongku. Makasih ya Allah.
"Ini amalkan selama 41 hari," abah memberiku amalan untuk dikerjakan. Dibaca sebelum tidur dan setelah sholat fardu. Untuk sholat fardlu ini dilakukan selamanya. Amalan ini diberikan abah tepat setelah sholat terawih di malam pertama bulan ramadlan 2019, aku disuruh wudlu dulu trus ngambil quran tuk mencari amalan wirid yang harus dibaca istiqomah.
0 komentar:
Posting Komentar